Pendeta ini PURLONG (Pura-pura LONGOR)

MEDAN-KRISTIANINEWS; Sungguh miris memang, para pendeta yang mengaku hamba Tuhan ini melakukan makar dan kudeta Kepengurusan GEPKIN dari Kepemimpinan yang Sah dan konstitusional, apa yang membuat para pendeta PURLONG (Pura-pura LONGOR) ini nekat tanpa berpikir alias gak pakai otak? Ini sebuah refleksi jemaat GEPKIN yang sangat kecewa melihat ulah para pendeta yang sebenarnya tidak lagi ada kaitan dengan sinode ini karena sudah dipecat melalui rapat pendeta. Dalam release berita salah satu media di Medan mereka mengaku penyatuan gereja GEPKIN dan Gereja GEPKIM. Apa landasan dan aturannya dan darimana pande-pandean mereka ini buat MUBESLUB kaleng-kaleng ini? Setidaknya beragam pertanyaan ini yang akan dijawab oleh waktu, karena kita melihat seolah-olah mereka tidak salah. Bahkan mereka seolah membersihkan diri.bagaimana mungkin Pdt jendangena masuk satu hari langsung jadi ketua sinode? Kan ada AD/ART GEPKIN yang menjadi acuan dan landasan organisasi dalam melakukan sebuah Rapat atau apalah namanya semua sudah diatur disana, apalagi menjadi calon ketua umum sinode GEPKIN ada kriterianya gak main hukum bar-bar seperti ini. Dan kami sangat menyayangkan sekelas Pdt DR jendangena mantan ketua GEPKIM yang kalah bersaing dalam pemilihan ketua dengan adik kandungnya tahun 2022 lalu menjadi liar dan merusak sinode GEPKIN yang selama ini sangat kondusif ujar salah jemaat GEPKIN yang tidak mau namanya disebut dalam media ini.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *