ilustrasi gambar
Jakarta – Kristianinews.com;
Sebuah video kartun anak-anak berdurasi 33 detik, telah ditampilkan di saluran YouTube bernama Lellobee Bahasa Indonesia. Video ini menjadi perbincangan hangat karena kontennya sarat dengan LGBT. Video tersebut menunjukkan seorang anak yang jatuh dari perosotan dan dibantu oleh dua pria yang ia panggil “papa” dan “ayah”. Anak ini menyanyikan dalam lagunya, “Aku merasa sangat sedih, rasanya begitu sakit, tapi papa dan ayah siap membantu.”

Tidak hanya itu, konten yang menggambarkan kehidupan pasangan LGBT ini juga diunggah dalam video lainnya. Pasangan yang disebut sebagai papa dan ayah tinggal bersama dalam satu rumah dan berperan sebagai orang tua dari seorang anak.

Tentu saja, hal ini membuat orang tua merasa khawatir karena promosi perilaku LGBT telah dilakukan secara terang-terangan maupun tersirat melalui media. Indonesia, sebagai negara yang tegas menolak perilaku LGBT, bahkan telah menjadi tempat penyebaran video berbau LGBT.

Bagaimana orang tua Kristen meresponi hal ini?

Alkitab di dalam Matius 6:22-23 menyampaikan bahwa, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Mata adalah pintu masuk dari semua hal ke dalam hati, dan apa pun yang kita lihat akan mempengaruhi hati kita. Informasi yang masuk ke dalam hati kita akan membentuk pemikiran dan pandangan kita, dan akhirnya akan mempengaruhi tindakan kita. Ini juga berlaku untuk anak-anak ketika mereka terus menerus melihat tayangan atau konten.

Apakah sebaiknya anak-anak dilarang menonton konten yang berkaitan dengan LGBT?

Jika memungkinkan, orang tua sebaiknya melakukannya. Namun, pastikan anak-anak tidak menjadi semakin penasaran dan mencari alasan mengapa mereka dilarang menonton konten semacam itu. Jika perlu melarang, pastikan kita menjelaskan alasannya dengan baik kepada anak-anak. Tetapi jika kita merasa perlu untuk mengubah cara anak-anak memahami konten semacam itu, kita harus memberi penjelasan yang mendalam. Ajak anak-anak berbicara tentang apa itu LGBT dan mengapa mereka dilarang menontonnya.

Gunakan beberapa pertanyaan ini sebagai panduan:

Apa yang seharusnya kita tolak dan mengapa?
Apa yang salah dari konten LGBT dan mengapa?
Dengan berkomunikasi, anak-anak akan perlahan-lahan memahami bahwa tidak semua konten cocok bagi mereka. Sehingga mereka akan lebih cermat dalam memilih tayangan yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Alkitab.

Orang tua juga harus menyadari bahwa hampir semua film memiliki pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk mengenali pesan-pesan tersebut dan membantu anak-anak kita mempertimbangkannya secara bijak. Meskipun kehadiran berbagai konten LGBT melalui media bisa membuat khawatir, kita sebaiknya melihatnya sebagai kesempatan untuk lebih mendalami ajaran Tuhan dan mendidik anak-anak kita setiap hari.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa film anak yang juga memiliki tema LGBT, seperti:

1. Peppa Pig – menampilkan pasangan lesbian
2. Lightyear – menunjukkan adegan ciuman sesama jenis
3. Elemental – Forces of Nature – menggarisbawahi penggunaan gender netral
4. Onward – memasukkan karakter Queer
5. Zootopia – menampilkan pasangan gay
6. Turning red – menampilkan karakter Queer
7. Doc McStuffins – menampilkan hubungan lesbian
8. The Loud House – menunjukkan pasangan gay
9. The Owl House – menampilkan karakter netral
10. Steven Universe – menunjukkan pernikahan sesama jenis
11. Adventure Time – menampilkan karakter biseksual
12. How to Train Your Dragon – membubuhinya dengan karakter gay

Masih ada beberapa lagi atau mungkin masih banyak diluar catatan ini!.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *