Medan, KRISTIANINEWS.COM – Setelah 3 tahun kasus dugaan penodaan agama yang menetapkan Pendeta Dr. Asaf Marpaung tak juga mendapat titik terang. Pasalnya, sejak Pimpinan Gereja IRC ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Togap Guntur Marbun ke Polrestabes Medan, pada tanggal 19 April 2018 dengan Nomor: 773/K/IV/2018 SPKT Restabes, sampai saat ini masih jalan di tempat tanpa adanya kepastian hukum.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP GM BKAG Indonesia Vissi Valent angkat suara dalam mendukung pemberhentian hukum perkara ini.

“Jemaat IRC harus terus mendukung pemberhentian kasus dugaan penodaan agama,” ujarnya.

Melihat tindak lanjut untuk kasus ini diproses dengan sangat lambat dan tidak ada kejelasan, hal ini membuat kerugian besar kepada Pdt. Dr. Asaf Marpaung dan seluruh jajaran jemaat gereja yang nama baiknya menjadi rusak.

“Saya kira sudah berapa kali kami meminta kepada polres melalui media agar kasus ini segera ditangani dengan serius. Hari kami kembali lagi meminta agar Polrestabes Medan segera memberikan kepastian hukum terhadap Pdt. Dr. Asaf Marpaung melalui proses hukum perkara yang semestinya harus dihentikan. Karena Pendeta Dr. Asaf Marpaung adalah wajah dari 50 gereja di berbagai kota di Indonesia yang adalah muridnya,” papar Vissi Valent.

Dari hal tersebut, DPP GM BKAG Indonesia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di Polrestabes Medan hingga belum bisa memberi kepastian hukum terhadap jemaat Indonesia Revival Church (IRC).

“Kami mulai bertanya-tanya apakah yang terjadi di Polrestabes Medan? Mengapa sampai hampir 4 tahun kasus ini tidak kelar-kelar? Apakah ada pihak lain yang berusaha menahan Porlrestabes Medan agar tidak menidaklanjuti kasus ini? Masih sanggupkah Polrestabes Kota Medan memberi penegakan hukum?,” paparnya.

Vissi Valent sebagai Wakil Sekretaris Jenderal berharap kepada Polrestabes Medan agar bersikap bijaksana dan tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut dan dapat memberi kepastian hukum terhadap Pdt. Dr. Asaf Marpaung dan jemaat.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *