Anggota Taliban Datangi Bank di Afghanistan, Paksa Karyawan Wanita Berhenti Bekerja

KABUL – kristianinews.com, Anggota Taliban dilaporkan mendatangi sejumlah bank di Afghanistan, di mana mereka memaksa karyawan wanita untuk berhenti bekerja. Insiden ini merupakan tanda awal bahwa beberapa hak yang dimenangkan oleh wanita Afghanistan 20 tahun lalu saat pemerintahan Taliban runtuh, dapat hilang jika kelompok itu kembali berkuasa.

Di bawah interpretasi ketat kelompok hukum Islam, perempuan tidak bisa bekerja, anak perempuan tidak diizinkan untuk bersekolah dan perempuan harus menutupi wajah mereka dan ditemani oleh kerabat laki-laki jika mereka ingin keluar dari rumah mereka.

Wanita yang melanggar aturan terkadang mengalami penghinaan dan pemukulan di depan umum oleh polisi agama Taliban. Baca juga: Taliban Geledah Pintu ke Pintu Cari Wanita Afghanistan untuk Budak Seks

Pada awal Juli, ketika Taliban mulai merebut wilayah dari pasukan pemerintah di Afghanistan, anggota dari kelompok itu masuk ke kantor Azizi Bank di Kandahar dan memerintahkan sembilan wanita yang bekerja di sana untuk pulang.

Orang-orang bersenjata itu mengawal para wanita itu ke rumah mereka dan menyuruh mereka untuk tidak kembali bekerja. Sebaliknya, para anggota Taliban menjelaskan bahwa kerabat laki-laki dapat menggantikan posisi mereka.

“Sungguh aneh tidak diizinkan bekerja, tapi sekarang begini,” Noor Khatera, seorang wanita berusia 43 tahun, yang merupakan salah satu wanita yang “dirumahkan” Taliban dari bank tersebut.

“Saya belajar bahasa Inggris sendiri dan bahkan belajar cara mengoperasikan komputer, tetapi sekarang saya harus mencari tempat di mana saya bisa bekerja dengan lebih banyak wanita di sekitar,” sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Jumat (13/8/2021).

Insiden serupa terjadi di salah satu cabang Bank Milli di kota Herat. Baca juga: Taliban Mengamuk, AS Kerahkan 3.000 Tentara untuk Evakuasi Staf Kedutaan

Tiga anggota Taliban yang membawa senjata memasuki bank itu, menegur karyawan wanita karena menunjukkan wajah mereka di depan umum. Para pegawai wanita itu kemudian berhenti dan mengirim kerabat laki-laki menggantikan mereka.

Para wanita berpendidikan di Afghanistan sendiri, melalui akun media sosial mereka, telah meminta bantuan internasional untuk menghentikan kemajuan yang dibuat Taliban.

“Dengan setiap kota runtuh, tubuh manusia berjatuhan, mimpi runtuh, sejarah dan masa depan runtuh, seni, dan budaya runtuh, kehidupan dan keindahan runtuh, dunia kita runtuh. Seseorang tolong hentikan ini,” tulis Rada Akbar di akun Twitternya.*df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *