Taput – Kristianinews.com, Seorang Dosen Diduga Sodomi Mahasiswa, Samuel Marpaung: Masa Depan Ada Di Pendidikan, Saya Ajak Seluruh Pemuda Kawal Kasus Ini

Seorang dosen berinisial NTL ( 33 ) di Institute Agama Kristen Negeri Tarutung (IAKN) dilaporkan mahasiswanya ke Polres Tapanuli Utara lantaran diduga melakukan pencabulan atau menyodominya.
Kasi Humas Polres Taput Aiptu W. Baringbing mengatakan pihaknya sudah menerima laporan mahasiswa tersebut sejak Rabu (25/5/2022) lalu.
Kepada polisi KS menjelaskan peristiwa dugaan cabul dalam bentuk Sodomi terjadi Rabu 28 April 2022 lalu sekira pukul 22.00 wib di rumah dosennya sendiri di Silangkitang, Kecamatan Sipoholon.

Korban menerangkan, selama ini dia ngekos di rumah NTL karena dirinya warga luar daerah Taput.
Saat kejadian, pelaku mengajak dirinya tidur bareng dan berbuat cabul lantaran malam itu disebut malam terakhir dosen tersebut tinggal di situ dan akan berangkat ke Tebingtinggi 
“Malam ini kita tidur sama ya, karena aku satu minggu ini pulang ke Tebing. Hanya malam ini lah terakhir kita tidur sama,” kata Kasi Humas Polres Taput Aiptu W. Baringbing menirukan penjelasan korban, Selasa (31/5/2022).
Ajakan pelaku pun awalnya ditolak oleh korban namun pelaku terus membujuk dan merayu. 
Kemudian korban pun mau karena merasa berutang budi kepada dosennya tersebut karena pelaku la yang memperjuangkan korban di kampus supaya mendapat beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar). 
Pada malam itulah pelaku disebut memeluk serta melakukan sodomi atas diri korban.

Tak lama kemudian korban menceritakan hal tersebut kepada temannya hingga akhirnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Taput. 
Polisi menyebut sedang mendalami laporan korban. Polisi segera memeriksa saksi untuk dimintai keterangan.

Gerakan Muda Bina Kerjasama Antar Generasi (GM BKAG) Indonesia juga turut prihatin akan hal ini.

“Kami cukup prihatin mendengar kabar ini. Seharusnya kabar dari dunia pendidikan yang muncul adalah hal-hal yang baik,” ujar Samuel Marpaung.

Samuel Marpaung meminta kepada pihak kepolisian untuk segera memproses kasus ini hingga tutas.

“Apalagi korban adalah anak muda. Tentu ini menjadi perhatian kami. Saya dan jajaran pengurus meminta kepada pihak kepolisian sebagai penegak hukum agar memproses dengan mendalami hal ini terlebih dahulu, mencari tau kefaktaan serta memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu,” ucapnya.

GM BKAG juga berharap agar hal ini tidak terulang kembali apalagi kampus. Samuel Marpaung juga menyampaikan bahwa masa depan Indonesia ada di dunia pendidikan.

“Jika hal ini benar, selain kami minta untuk diproses dengan tegas, kami harap jangan ada lagi hal seperti ini. Sebab, dosen harus mencontohkan yang benar terhadap mahasiswa. Dan dunia pendidikan adalah masa depan negeri ini. Jadi, tidak hanya pihak kampus atau kepolisian saja yang memiliki tanggung jawab akan hal ini, masyarakat juga memiliki tanggung jawab mengawal dunia pendidikan untuk mempersiapkan masa depan NKRI yang baik. Jadi, mari kita kawal,” tutupnya.

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *