MEDAN – KRISTIANINEWS.COM, Oknum pendeta yang dituding lecehkan situs Raja Batak di Pusuk Buhit, Kecamatan Sianjur Mula – Mula, Kabupaten Samosir akhirnya minta maaf di YouTube.

Pendeta dari GBI itu bernama Ampetua Lombantoruan Sihombing. Dan juga Pdt Wahyuan Situmorang didampingi Boasa Simanjuntak, sebagai ketua umum pomparan siraja Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait, tampak juga Pdt Marlin Hutajulu yang ikut ke Pusuk buhit kala itu dan para pendeta lainnya, Rabu lalu.

“Syalom selamat malam untuk kita semua. Sebelumnya saya Pendeta Muda Ampetua Lumban Toruan.
Dalam video permintaan maaf Dijelaskan sebelumnya pihaknya beserta tim datang ke Pusuk Buhit untuk berdoa, memuji Tuhan, meniup sangkakala, dan tidak ada sedikit pun mengobrak abrik tempat tersebut.

“Tetapi kami berdoa dan bersyukur kepada Tuhan bisa sampai ke tempat itu selama kurang lebih 6 jam,” ucapnya.

“Terimakasih buat semuanya dan di sini saya minta maaf kepada bapak Rismon Raja Mangatur Sirait dan kawan – kawannya yang mungkin tersakiti atas video yang diunggah pada Kamis lalu,” sambungnya.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf atas video yang diunggah dan segera dihapus oleh stafnya.

“Di sini saya tidak lagi mengulangi perbuatan yang serupa. Terimakasih bapak kiranya Tuhan memberikan umur yang panjang dan kesehatan kepada bapak Rismon dan damai sejahtera buat kita semua,” tutupnya.

Sebelumnya media sosial digemparkan aksi oknum yang diduga melecehkan situs Si Raja Batak yang berada di areal Pusuk Buhit Samosir.

Kejadian yang sontak viral ini ternyata mengundang banyak komentar dari para pengguna media sosial.

Masyarakat Samosir, termasuk lembaga adat dan organisasi masyarakat (ormas) di Samosir melaporkannya ke pihak Polres Samosir pada Senin (6/12/2021).

“Kita tahu kejadian itu yang terjadi pada Kamis lalu karena ada yang livestreaming. Dan, kita langsung koordinasi dengan lembaga adat Samosir dan Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat Kabupaten Samosir agar pelaku ditindak sesuai hukum dan yang berlaku,” ujar Ketua DPC Forum Batak Intelektual Harisma LP Simbolon saat dikonfirmasi media
Ia menceritakan bahwa situs tersebut sudah diresmikan oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom. Pada peresmian lokasi tersebut, dijelaskan lokasi tersebut sebagai titik nol peradaban masyarakat Batak Toba.

Video yang viral tersebut ternyata langsung didownload oleh masyarakat Samosir sebagai bukti pelaporan ke pihak kepolisian.

“Nah, video itu sempat terhapus namun sudah kita download dan itu kita masukkan sebagai bukti kepada pihak kepolisian,” sambungnya.

Pihaknya masih menunggu hingga sepekan bagaimana penyelidikan pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

“Kita masih menunggu sepekan ini. Kita sudah korek-korek informasinya bahwa yang menginjak-injak situs tersebut sudah kita tahu. Untuk saat ini, kita masih mencari informasi lanjutan,” sambungnya.

“Peraturannya, kalau kita ke sana kan harus lepas alas kaki. Itulah bukti bahwa kita menghargai situs budaya Batak Toba. Kalaupun ingin berdoa, bukan berarti harus melecehkan yang lain kan,” lanjutnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pelaporan mereka ke pihak kepolisian.

“Untuk saat ini kita masih menunggu hasil dari kepolisian. Untuk nama-nama yang kita laporkan belum bisa kita ekspos,” terangnya.

Hal senada disampaikan oleh KetuaYayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) Maruap Siahaan. Ia secara tegas menyampaikan bahwa semua manusia sama di mata Tuhan.

“Kita adalah ciptaan yang beradab dan diberi akal budi. Manusia sama di mata Tuhan dan tidak ada yg dapat mengklaim dia lebih layak dari umat lain. Tuhan sebagai pencipta mengasihi ciptaannya karena Dia adalah kasih. Jadi pusat dan yg utama adalah kasih,” ujar Maruap Siahaan.

“Perbuatan yang tidak menghormati agama atau kepercayaan lain tidak layak diantara kita apalagi sesama Batak. Kita dipanggil bukan meniadakan keimanan orang lain tetapi menyatakan kasih supaya manusia dimuliakan,” katanya.

Oknum Pendeta Bernama Wahyuan Situmorang Penginjak Situs Raja Batak Dikecam

Viral di media sosial terkait adanya dugaan pelecehan terhadap situs Si Raja Batak yang berada di Pusuk Buhit, Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sekelompok orang yang mengatasnamakan diri dari sebuah sekte gereja datang ke Pusuk Buhit.

Setibanya di Pusuk Buhit mereka berdoa sambil kumandangkan lagu-lagu rohani.

Dalam video yang beredar, di atas situs Si Raja Batak, seorang lelaki berbadan tegap menginjak tembok situs tersebut sambil menyanyikan lagu rohani dan menyampaikan hal-hal terkait pemusnahan penyembahan berhala.

Tindakan yang diduga melecehkan akhirnya mendapatkan respon dari organisasi masyarakat yang ada di Samosir.

Menurut Ketua DPC PBB Samosir Roland Sitanggang, hal itu tersebut dianggap lancang. Ia mengingatkan bahwa oknum tersebut melecehkan situs bersejarah tersebut sambil berdoa.

“Saya menyesalkan apa yang dilakukan oknum yang menginjak-injak situs Si Raja Batak yang ada di Pusuk Buhit. Kalaupun mau berdoa, jangan sampai menginjak-injak situs itu,” ujar Roland Sitanggang saat dikonfirmasi media

“Harapan saya, sebelum oknum pendeta itu bertindak harus dipikirkan dulu. Semua masyarakat Batak yang ada di Samosir ini keberatan atas tindakan yang dilakukan,” sambungnya.

Ia juga berharap pihak Pemerintah Kabupaten Samosir menindaklanjuti hal tersebut. Sumber TM/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *