PEKANBARU, KRISTIANINEWS.COM — Institusi Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) Kembali tercoreng.

Oknum – oknum Polisi yang tidak profesional dan bertindak ala bar-bar bahkan seperti teroris ini kembali berbuat ulah. Perlakuan kasar dengan cara teror dan pembunuhan karakter terhadap Masyarakat kerap terjadi dihampir seluruh daerah di Indonesia.

Perlakuan dan cara – cara premanisme yang sangat Keji itu kerap dilakukan Oknum Kepolisian, seperti Permasalahan yang dialami oleh pendeta Iwan Sarjono di di Halaman Gereja GLKRI Bukit Kesuma kecamatan Pangkalan Kuras kabupaten Pelalawan Minggu 10/9/2023 sekira pukul dua siang.

Mendadak muncul 2 (dua) unit Mobil mini bus (Innova Reborn) menghadang Mobil milik Pendeta Iwan Sarjono Siahaan saat pendeta ini mau berangkat melaksanakan tugas pelayanan di pekan baru.

Aksi Penghadangan itu merupakan bentuk Cipta Kondisi yang dilakukan Kelompok Polisi yang mengaku dari Polres Pelalawan Polda Riau dan Polres Asahan, Polda Sumatera Utara.

Berdasarkan Pantauan Video HP dan CCTV, para oknum Polisi seperti Preman Brandalan itu disinyalir berusaha untuk Menangkap Pendeta Iwan Sarjono Siahaan. Alih-alih ingin Menangkap berbekal surat Penangkapan, namun aksi kali ini Masyarakat Wajib mengetahuinya, bahwa Praktek Haram Cipta Kondisi yang secara Langsung Meneror Korbannya justru Gagal. Para Oknum Polisi itu justru Gugup dan tidak bisa menunjukkan kebenaran atas Surat Penangkapan tersebut.

“Info yang kami peroleh dari saudara Pendeta Iwan Sarjono, bahwa dirinya telah nyata-nyata menjadi Korban Aksi Teror dan Non-Prosedural oleh Kelompok Polisi yang mengaku dari Polres Pelalawan dan Polres Asahan itu. Berbekal bukti Otentik dari Rekaman Video HP dan CCTV, besok pagi kami masukkan Laporan Resmi ke Divisi Propam Mabes Polri. Aksi brutal seperti ini tidak bisa dibiarkan. Oknum Polisi seperti itu Wajib mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hari Minggu pula mereka bersikap layaknya Preman. Berani-beraninya dikawasan Gereja mereka lakukan hal yang jelas-jelas Non Prosedural!” kesal Larshen Yunus.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau itu tegaskan, bahwa pihaknya siap sedia memberikan Pendampingan Hukum kepada Korban atas nama Pendeta Iwan Sarjono Siahaan.

Melalui Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana, Ketua KNPI Provinsi Riau itu sampaikan, agar secepatnya masing-masing pihak instrospeksi diri. Propam Polda Riau dan Propam Polda Sumut wajib menelusuri sesiapa orang dalam Video itu, yang mengaku Polisi dan melakukan tindakan yang sangat Merugikan Pendeta Iwan Sarjono.

“Kami kira perbuatan seperti ini bukan kali pertama saja. Sudah banyak Masyarakat menjadi Korbannya. Oknum Polisi merasa sudah menjadi Dewa. Bisa seglanya, sehingga tanpa rasa malu berbuat hal Keji seperti itu. Apakah semangat PRESISI bapak KAPOLRI sama sekali tidak dijalankan? atau justru Polisi saat ini sudah pintar bermain Sandiwara?” tanya Larshen Yunus, didampingi Tim Advokasi Hukum DPD KNPI Provinsi Riau

Ketua DPD KNPI Larshen Yunus dan Pdt Iwan Sarjono Siahaan bersiap diri untuk segera Melengkapi Barang Bukti Permulaan. Video dan Foto beberapa Kelompok Preman yang mengaku Polisi dari Polres Pelalawan dan Polres Asahan itu Wajib di Telusuri. Jangan sampai akibat ulah segelintir orang seperti itu, Nama Baik Institusi Polri sebagai Lembaga Pengayom Masyarakat justru tercoreng. Sikap tegas bapak Kapolri, Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si sangat diharapkan masyarakat. Jangan sampai ada Stigma, bahwa Polri hanya hebat buat Slogan saja, implementasinya justru Nol Besar.

“Tolong Kami Jenderal! Apakah seperti ini Kualitas Polri yang bapak Pimpin? Apakah seperti itu Prosedur yang berlaku di Lembaga Kepolisian saat ini? Kenapa nyatanya justru oknum Polisi itu Merugikan masyarakat. Pola-pola Cipkon dan berbagai Sandiwara itu harus di Hentikan. Hukum adalah Pembuktian!!! Jangan sampai ada Niat Bermain-main dengan Nasib Seseorang, apalagi kalau itu menggunakan Anggaran Negara untuk Menzolimi Masyarakat” akhir Larshen Yunus, Ketua KNPI Provinsi Riau, seraya menutup pernyataan persnya. Df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *