Kristianinews.com – Medan , Kepala Dinas SDABMBK (Bina Marga) Kota Medan Topan Ginting ngamuk ke pengawas proyek pengaspalan Jalan Bunga Rampai III, Simalingkar B, Kota Medan. Hal itu disebabkan pengaspalan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan sehingga mudah terkelupas.
Hal itu diketahui dari video yang diunggah di akun Instagram @dinaspukotamedan, Rabu (10/5/2023). Dalam video tersebut, terlihat Topan sedang menyidak aspal jalan tersebut kemudian mengamuk pada pria yang memakai jaket dan bermasker coklat.

“Setelah menerima laporan beberapa masyarakat dari media sosial, Kepala Dinas SDABMBK sidak pekerjaan pengaspalan di Jalan Bunga Rampai III Simalingkar B, Medan Tuntungan. Kepala Dinas temukan aspal yang tidak sesuai dengan gambar perencanaan, dan langsung menegur para pengawas yang lalai bekerja dalam pengawasan pekerjaan tersebut,” tertulis dalam unggahan itu.

Dalam video itu terdengar Topan mempertanyakan cara pengaspalan jalan tersebut ke pria yang ternyata pengawas proyek itu. Topan menanyakan itu sambil memijak aspal hingga terkelupas.

“Bapak lihat nih, betul enggak cara ngaspal ini, hah? betul enggak ini, hah? Pakai kaki ku aja hancur ini,” kata Topan Ginting.

Kemudian Topan terdengar menanyakan apa yang dilakukan pria tersebut di lapangan selama pengaspalan. Ia bahkan mempertanyakan keberadaan pria tersebut saat pengerjaan. Kemudian dia meminta agar pengaspalan jalan tersebut dibongkar.

“Begini lah akibatnya, beginilah aspal, nggak mau tahu saya, bongkar semua,” tuturnya.

Sekretaris Dinas SDABMBK Kota Medan, Willy Irawan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, panjang jalan itu sekitar 800-an meter.

“Ya, itu panjang sekitar 800-an meter,” kata Willy Irawan saat dihubungi, Rabu (10/5/2023).

Proyek pengaspalan tersebut bernilai sekitar Rp 1,5 miliar. Pengaspalan Jalan Bunga Rampai III itu satu paket dengan Jalan Bunga Rampai II.

“Pengaspalan Jalan Bunga Rampai III itu satu paket pengerjaan dengan Jalan Bunga Rampai II, total anggaran Rp 1,5 miliar,” ucapnya.

Pengaspalan tersebut masuk ke dalam tahun anggaran 2023, dengan masa pengerjaan hingga bulan Juni mendatang. Sehingga saat ada temuan, pihak pemborong masih bisa melakukan perbaikan.

“Nah ini kan pekerjaan yang akan habis pada Juni 2023, kalau pun saat ini ada temuan tidak sesuai masih bisa dilakukan perbaikan, karena masih panjang,” ujarnya.

Pantauan wartawan di lokasi, proyek pengaspalan tersebut dimulai dari simpang Jalan Rampai Raya hingga simpang Jalan Bunga Rampai V. Terlihat, aspal di sisi kiri dan kanan jalan tersebut tipis.

Saat menyusuri jalan tersebut, beberapa titik di sisi jalan sudah di-cutting. Terlihat juga beberapa orang yang sedang melakukan proses cutting untuk perbaikan jalan yang sudah diaspal itu.

Sedangkan di sisi kiri dan kanan jalan, terlihat drainase dengan u-ditch yang sebagian besar tidak tertutup. Berdasarkan informasi dari warga, drainase tersebut merupakan proyek yang dikerjakan tahun lalu.

Ferry, yang merupakan mandor dari proyek pengaspalan tersebut juga membenarkan jika Topan melakukan sidak. Sidak tersebut dilakukan oleh Topan pada Senin (8/5) yang lalu.

“Iya, dua hari yang lalu kalau tak salah,” kata Ferry.

Ferry mengaku mereka diminta untuk melakukan perbaikan di beberapa titik sisi jalan. Ferry menuturkan jika pihaknya sudah melakukan pengaspalan yang sesuai perencanaan, namun kondisi kepadatan tanah mempengaruhi sehingga aspal tersebut terkelupas saat diinjak oleh Topan.

“Kita diminta melakukan perbaikan, tapi sebenarnya sudah sesuai kita kerjakan, hanya saja memang karena kondisi tanah di pinggir ini makanya begitu saat dipijak Pak Topan, kalau bagian tengah keras itu,” tuturnya.

Meski pun demikian, mereka tetap melakukan perbaikan sesuai dengan permintaan Pemkot Medan. Kemudian dia menyebutkan jika kondisi tanah di sisi jalan tersebut imbas dari pembangunan drainase, sehingga tanahnya tidak padat.
dtc/kn/df

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *