PEKANBARU, KRISTIANINEWS.COM – Pdt Iwan Sarjono Siahaan yang diadukan Pamannya Sendiri Pdt Parningotan Siregar Gembala salah satu gereja di Bagan Batu di didakwa atas dua perkara dengan dua pelapor yang berbeda di PN Pelalawan. yakni perkara nomor 226/pid.b/2021/PN.

Saat ditanya wartawan setelah usai persidangan Pdt Iwan Sarjono mengucap syukur atas keadilan Tuhan. Walaupun didakwa dengan pasal berlapis tetapi hanya divonis 3 bulan, terpujilah Tuhan kita ujarnya.

Setelah tertunda, sidang putusan terhadap terdakwa Iwan Sarjono Siahaan akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Pelalawan, Pangkalan Kerinci Pelalawan pada hari Selasa (26/10/2021)

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Joko Ciptanto, SH MH didampingi Hakim anggota Jetha Tri Dharmawan SH, Muhammad Ilham Mirza SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abu Abdurrachman SH ini berjalan lancar dan penuh keharuan.

Sesudah pembacaan tuntutan terdakwa menyampaikan pledoi permohonannya yang dibacakan sendiri didepan majelis hakim dengan berurai air mata, membuat suasana sidang penuh keharuan.

Memang dalam tuntutan JPU ini, pasal yang didakwakan berlapis yakni pasal 170 Jo 351 dan 263 ayat 1 dan 264 ayat 2, dan dalam tuntutannya jaksa menuntut 1 tahun.

Pembacaan amar putusan oleh majelis hakim terhadap terdakwa Iwan Sarjono Siahaan yang menyatakan bahwa terdakwa Iwan Sarjono Siahaan peristiwa tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan surat pendek palsu dan dibangun secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap manusia.

“Dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Iwan Sarjono Siahaan, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan, menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi 10 hari pidana yang dijatuhkan, menetapkan peraturan tetap ditahan, menetapkan barang bukti serta membayar biaya perkara,” kata majelis di dalam persidangan.

Setelah pembacaan amar putusan itu, hakim menanyakan kepada JPU dan terdakwa apakah kedua belah pihak ingin melakukan banding, keduanya mengatakan hal yang sama, Pikir-pikir dulu.

“Apabila dalam 7 hari setelah putusan ini tidak dilakukan banding, maka putusan hakim dianggap inkrah,” terang Hakim Ketua.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *