Kristianinews.com-Jakarta,
Eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dinyatakan bebas bersyarat pada Rabu (20/7/2022). Setelah kebebasannya, banyak pihak yang mulai menganalisis langkah politik dari tokoh ulama tersebut, salah satunya Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno.

Adi memprediksi Habib Rizieq bakal mendukung partai politik yang berlawanan dengan PDIP. Menurutnya, sosok yang sempat ditahan karena penyebaran berita bohong tersebut tak akan mempermasalahkan capres 2024 dari partai mana pun selama bukan dari PDIP.

“Ke mana HRS dan eks FPI untuk 2024. Jadi, siapa pun partai politik yang diusung melawan kekuatan pemerintah saat ini, melawan PDIP, melawan Jokowi, di situlah kemudian HRS dan FPI bakal berlabuh,” kata Adi dalam acara Total Politik di Warung WOW KWB, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (24/7/2022).

Dia mengatakan analisisnya itu berdasarkan hasil pengamatan terhadap Habib Rizieq usai bebas bersyarat. Dengan diksi darurat kebohongan dan kezaliman, Adi menilai hal itu ditujukan kepada pemerintah saat ini.

“Kenapa? Karena HRS itu keluar, lalu muncul statement yang bukan bicara tentang ‘amar makruf nahi mungkar’, tetapi ini darurat kebohongan, darurat kezaliman,” ungkap dia.

Dia bahkan menegaskan kalimat itu tidak mungkin ditujukan kepada negara Suriah lantaran Habib Rizieq merupakan warga negara Indonesia.

“Tidak mungkin itu ngomongin Suriah. Tidak mungkin karena HRS tinggal di Indonesia dan Petamburan. Saya tidak perlu bertanya ke ustaz ini (Azis Yanuar, red), biar saya yang terjemahkan apa maksudnya,” jelas Adi.

Adi berusaha menerjemahkan pernyataan Habib Rizieq yang menurutnya berarti bahwa Indonesia tidak proporsional dan banyak dusta. Oleh karena itu, menurut Adi, siapa pun partai politik yang berhadapan dengan PDIP, berpotensi besar bakal diusung Habib Rizieq.

“Makanya saya bilang, gini, siapa pun partai politik yang nantinya akan berhadapan dengan jagoan jokowi dan PDIP, sangat potensial diusung oleh HRS dan eks FPI,” jelasnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq menyinggung soal kondisi negara yang dipenuhi dengan darurat kebohongan dan darurat kezaliman. Hal itu disampaikan Rizieq setelah bebas bersyarat. Mulanya, Habib Rizieq bicara soal revolusi akhlak. Habib Rizieq menggaungkan revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan setiba di Tanah Air, sewaktu saya pulang dari kota suci Mekah, yaitu ayo bersama gaungkan kembali revolusi akhlak, yaitu dengan cara yang berakhlak,” ucap Habib Rizieq dalam konferensi pers di Petamburan, Jakarta, Rabu (20/7/2022).df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *