Pelalawan – kristianinews.com, Pdt Iwan Sarjono kembali dilaporkan ke polres Pelalawan, kini yang melaporkan justru para penyerobot dan yang menghalangi ibadah saat itu yaitu oknum pengacara berinisial BGL, tapi keadaan malah justru terbalik, BGL malah mempolisikan Pdt Iwan Sarjono Siahaan padahal kala itu Pdt Iwan sudah memberitahukan maksud dan tujuannya untuk memasuki gedung gereja GLKRI yang sudah sembilan bulan terbengkalai tidak dibuka semenjak Pdt Iwan Sarjono dikondisikan masuk penjara dan gedung itu diserobot pendeta PS beserta dengan pengacaranya. Hal ini ketahuan saat kemarin 21 Juni Pdt Iwan Sarjono Siahaan mau mengurus SKCK untuk keperluan pengangkatan sumpah sebagai pengacara, padahal belum pernah ada pemeriksaan, tidak ada pemberitahuan tapi masih rencana mau ditersangkakan udah keluar duluan catatan kepolisiannya ujarnya heran. Menurut Pdt Iwan Sarjono dalam wawancara via telepon seluler dengan kristianinews.com, berikut penuturannya: “saya hanya mohon keadilannya saya kemarin juga sudah pernah di kondisikan masuk penjara dgn pasal berat, namun fakta persidangan tidak terbukti saya bersalah namun tetap di vonis meskipun hanya 1 bulan 4 hari saya di tahan di polres Pelalawan sampai di lapas sialang bungkuk p.baru, padahal ancaman hukumannya puluhan tahun tentang surat palsu 263 dan pengeroyokan 170 Jo 351”. Dari vonis ini jelas kita tau apa yang terjadi. Bagaimana hukum melihat semua ini? Apakah supremasi hukum masih benar bisa tegak di negeri ini, atau hanya tegak bagi orang berduit dan para penguasa? Semoga Tuhan membuat jadi jelas agar semua bisa insyaf. Df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *