TANJUNG MORAWA – KRISTIANINEWS.COM; Gereja Mawar Sharon Tanjung Morawa kembali di geruduk massa pada Minggu 13/8 lalu sekalipun sudah ada pertemuan di kantor kesbang Pemkab Deli Serdang pada Rabu 9/8 yang dihadiri unsur muspika dan dari Pemkab Deli Serdang.

Dalam amatan wartawan dilokasi gereja ini pada Minggu lalu, seorang wanita lanjut usia yang merupakan jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Tanjung Morawa, menangis histeris sambil minta tolong dan minta ampun agar diberi kesempatan untuk melangsungkan ibadah.

Aksi penolakan ibadah umat Kristen tersebut dilakukan oleh warga sekitar Gereja yang sebenarnya tidak ada terganggu dengan ibadah ini karena tempat ibadah GMS ini berada disebuah komplek pergudangan dan memakai sebuah gudang untuk tempat beribadah yang cukup berjarak dengan warga sekitar, ibu yang sudah ujur ini histeris dengan memohon sambil menangis “Tolong pak…tolong pak… ampunilah kami pak…. tolong pak. Begitu sedihnya kami tak bisa ibadah kasihanilah..,” ujar wanita lanjut usia itu.

Di sana juga terlihat seorang kader PSI Dedy Mauritz yang memberikan pendampingan pada para umat Kristen tersebut.

“Warga negara yang sudah berusia seperti ini harus memohon-mohon kepada negara untuk mereka bisa beribadah, pemerintah pusat harus lihat ini kenapa hati kita tidak terketuk ketika melihat situasi seperti ini terjadi,” ujarnya.

Menurut Dedy, aksi penolakan ibadah umat Kristen tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Ujarnya. Df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *