Kristianinews.com, di sebuah negeri Damai, ada sebuah taman Bunga Sang Raja, ketika kita berjalan di taman bunga yang indah dan tenang ini, Taman yang masih baru disemai dan ditanam dengan bebungaan. Walau bentuk dan ukurannya juga tidak sama. Ada yang masih muda dan ada yang sudah berbunga indah dan bermacam menambah daya tarik bagi yang melihatnya.

Taman bunga yang dipenuhi dengan pepohonan hijau ini, sangat menyejukkan mata yang memandangnya. Bunga yang menghampar luas menjadi terapi buat mata dan jiwa.

Di antara pepohon hijau itu, wujud bebunga yang cantik dan indah. Bunga yang masih baru, dan hanya beberapa kuntum saja. Ada yang besar, dan ada yang masih kecil dan belum kembang. Namun semuanya cantik dan indah.

Di antara pepohon hijau dan bunga yang cantik ini, sudah pasti sang bunga yang mendapat lebih perhatian. Pastinya karena ia cantik, Setiap mata pasti tertarik pada cantik dan uniknya.

Meskipun bunga di taman ini banyak, namun ia tetap indah di pandangan mata. Lebih istimewa di pandangan insan yang menyemai benihnya. Benih yang disemai dengan penuh cinta dan kasih. Harapannya juga, bersama pohonan ini akan terbit pula bunga yang cantik di masa yang akan datang.

Pepohonan hijau dan bunga yang indah ini, hakikatnya saling melengkapi. Tumbuh bersama, untuk menambahkan manja mata yang memandang. Taman itu cantik dan mempesona karena wujudnya pepohonan hijau dan bunga yang cantik itu. Tapi apa daya dan apa nyana bila sekejap datanglah Babi liar yang merusakkan semua keindahan ini? tentulah sangat membuat risau bunga-bunga yang sedang semerbak dan harum ini, kini diobrak-abrik si Babi ini. Oalah dunia….dunia, maka sekejap taman ini sudah dikuasai si babi liar ini, akankah kelihatan keindahannya lagi? Babi liar yang sudah tua bahkan taringnya melengkung menunjukkan kesombongan dan kepongahannya seolah tidak ada yang bisa menghentikannya, penjaga kebun sudah berusaha menghentikannya dan orang yang sedang lewat seolah tidak mempedulikan, siapa yang akan mengusir si Babi ini? Kini keindahan taman sang Raja sudah samar bahkan si babi liar ini terus merusak seolah tidak ada salah. Penjaga kebun hanya bisa berharap sang Raja datang dan akan mengusir si Babi liar ini sehingga Taman ini bisa dibangun kembali, sehingga semua semaraknya kembali dan orang-orang datang mengunjunginya. Semoga! Df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *