Kristianinews.com – Medan, Sedianya Forum Bersama Umat Kristiani (FBUK) ramah tamah dengan Gubsu Edy Rahmayadi untuk membahas Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 19 tahun 2022 tentang tata cara pengelolaan belanja hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.
Hal ini terkait pada pasal 7, dalam Pergub 19/2022 disebutkan, lembaga yang tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima dana hibah APBD Pemprov Sumut adalah rumah ibadah berbentuk Musala, Surau serta Gereja Karismatik. Namun agenda Berubah setelah kata sambutan Gubsu dan ada dua pendeta yang sedang bertanya tapi sebenarnya lebih tepatnya mempromosikan usaha Rehabilitasi yang dipimpinnya. Terus langsung meminta Gubsu di ulosi lalu cepat dan buru” memperkenalkan Presidium FBUK yang diangkat sendiri oleh mereka beberapa orang dan memberikan SK Panitia Natal FBUK dengan memilih Ketua Panitia Natal Bapak Parlindungan Purba, lalu memohon kepada Gubernur agar memakai Aula dirumah dinas Gubsu menjadi tempat natal 01 Desember 2022, walau belum ada jawaban, dan diakhiri Foto bersama dengan Gubernur, semua dilakukan dengan buru-buru.

Diawal kata sambutannya Edy Rahmayadi mengatakan bahwa pertemuan ini molor hingga 1.5 jam adalah karena ada zoom dengan menteri terkait. Dan Edy Rahmayadi berharap penyelesaian masalah ini segera dilakukan. “Saya ingin ini segera diselesaikan, jangan sampai yang mudah menjadi sulit, karena ini menyangkut ibadah umat,” kata Gubernur Edy Rahmayadi saat memberikan kata sambutan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (24/10)

Edy Rahmayadi meminta kepada Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Binsar Situmorang untuk mempercepat revisi Pergub tersebut. Walau begitu, dia mengingatkan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Tetap, kita harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan lakukan dengan cepat,” kata Edy Rahmayadi

Menurut keterangan Binsar Situmorang, syarat utama penerima hibah dan Bansos APBD sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2018, adalah lembaga yang berbadan hukum. Karena itu,  Musala, Surau dan Gereja Karismatik yang tidak berbadan hukum tidak bisa menerima hibah dari APBD Pemprov Sumut, karena hibah dan Bansos harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Itu syaratnya dari Kemendagri, untuk itu kita akan ajukan revisi ke Kemendagri segera untuk Pergub Nomor 19 Tahun 2022, tetapi tentu lembaga yang belum berbadan hukum tetap tidak bisa menerima hibah atau Bansos,” kata Binsar Situmorang. Df /kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *