Medan,KRISTIANINEWS.COM – Polrestabes Kota Medan diminta untuk menghentikan penyidikan kasus tindak pidana dugaan penodaan agama yang menetapkan Pendeta (Pdt) DR Asaf Marpaung sebagai tersangka.
Pasalnya, sejak Pimpinan Gereja Indonesia Revival Church (IRC) itu ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Togap Guntur Marbun ke Polrestabes Medan, sejak tanggal 19 April 2018 dengan Nomor: 773/K/IV/2018 SPKT Restabes, kasus ini berjalan di tempat tanpa ada kepastian hukum.

“Kami meminta kepastian hukum atas kline kami (Pdt DR Asaf Marpaung) karena kasus ini sudah lama di tangan penyidik Polrestabes Medan tanpa ada kejelasan secara pasti. Kondisi ini tentunya sangat merugikan kline kami,” kata Tribrata Hutauruk SH MH selaku kuasa hukum Pdt DR Asaf Marpaung, Minggu (7/11).

Menurutnya, kasus ini sudah ditangani Polrestabes Medan sejak tahun 2018. Ironinya, sudah beberapa kali terjadi pergantian Kasat Reskrim di Polrestabes Medan kasus ini pun sampai saat ini masih P-19 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

“Oleh karena itu, proses hukum perkara ini harus dihentikan (SP3). Ini demi rasa keadilan bagi kline kami yang terzolimin oleh perbuatan pelapor,” tuturnya didampingi didampingi Ganis Wiriatno SH MH.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Bina Kerjasama antar Generasi Indonesia (DPP GM BKAG Indonesia) Kris Giantoro angkat suara akan kasus ini.

“Saya melihat dan mendengar perkembangan kasus yang menimpa Ps. Dr. Asaf Marpaung telah dilalui sesuai prosedur yang ditetapkan oleh penegak hukum”, ujarnya.

Menurut Kris Giantoro, ditetapkannya Ps. Dr. Asaf Marpaung sebagai tersangka oleh penyidik pun tidak mempunyai kejelasan hukum dengan alat bukti yang sah dimata hukum.

“Bahkan ditetapkannya Ps. Dr. Asaf Marpaung sebagai tersangka oleh penyidik pun tidak mempunyai kejelasan hukum dengan alat bukti yang sah dimata hukum, sehingga sampai saat ini belum dijelaskan oleh Polrestabes Medan”, paparnya.

Tetapi, DPP GM BKAG Indoneisa masih mendukung pihak yang berwenang (Polrestabes Medan) memberikan kepastian hukum dan memberikan SP3 atas kasus dugaan penodaan agama terhadap Ps. Dr. Asaf Marpaung.

“Alasannya sampai saat ini kami melihat apa yang diajarkan dan disampaikan oleh Ps. Dr.Asaf Marpaung kepada jemaatnya adalah bersumber dari Alkitab yang dicetak oleh Lembaga Alkitab Indonesia dan Kitab itu juga yang digunakan oleh umat Nasrani diseluruh indonesia”, ucap Kris Giantoro.

Ketua DPP GM BKAG Indonesian menyampaikan integritas penegak hukum akan menjadi kunci dalam kasus ini.

“Karena kami masih berkeyakinan penuh kepada aparat penegak hukum akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kujujuran dalam menjalankan tugasnya dan hukum akan menjadi alat Tuhan dibumi ini jika ada ditangan orang benar, ujar Ketua DPP GM BKAG.

Kris Giantoro juga terus memberi dorongan semangat kepada jemaat IRC untuk merapatkan barisan dalam mengawal kasus sampai tuntas.

“Kami juga terus memberi dorongan semangat buat jemaat IRC untuk merapatkan barisan dalam mengawal kasus ini sampai tuntas dan tetap berpendirian teguh didalam Tuhan,” ujarnya.

Dalam keterangan Kris Giantoro, jemaat IRC tetap berkomitmen dibawah satu garis komando untuk tidak ada kata damai terhadap pelapor yang sudah mencemarkan nama baik Pdt. Dr. Asaf Marpaung.

“Jemaat berkomitmen dibawah satu garis komando bahwa tidak ada kata damai pada pelapor dalam kasus yang dianggap sudah mencemarkan nama baik pendeta Dr. Asaf Marpaung,” tutup Ketua DPP GM BKAG Indonesia.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *