Medan – kristianinews.com| Disaat Polda Sumut sedang giat-giatnya mengadakan pembersihan anggota Polisi Nakal, kini penyidik kepolisian resort Simalungun (Polres Simalungun) menunjukkan ketidak becusan dalam menangani laporan pengaduan masyarakat, menambah hilangnya rasa percaya masyarakat terhadap polisi. Hendrik Siregar warga perdagangan simalungun yang menjadi korban lalu melaporkan oknum penyidik Polres Simalungun ke Bid Propam Poldasu, Selasa 7/6/22.

“sejak tahun 2019 sampai sekarang ada sembilan laporan pengaduan kami yang tidak jelas status hukumnya, Karena itulah kami melaporkan para penyidik Polres Simalungun ke Bid Propam Polda Sumut ini,” ucap Iwan Sarjono Siahaan, SH kepada wartawan di markas kepolisian daerah Sumatera Utara.

Lagi, kata Iwan Sarjono Siahaan kuasa hukum korban, oknum penyidik harus dapat mempertanggung jawabkan kinerjanya sehingga laporan polisi yang sudah berjumlah sembilan kali dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

“kami melaporkan penyidik polres Simalungun. Karena ada sembilan laporan klien saya yang telah masuk hingga kini belum juga tuntas, ada kesan sengaja dibuat mengambang, Adapun laporan itu diantaranya kasus pencurian sawit, pengancaman, pemalsuan surat dan ada juga yang lain. Jadi hingga kini laporan tersebut tidak tuntas, karena itulah kami kemari. Pelapornya abang dan adik,” ujar Iwan Sarjono Siahaan yang juga merupakan salah satu tokoh agama Kristen itu mengakhiri.

Laporan korban ke Bid Propam Poldasu tertuang dalam nomor laporan, No. LP : STPL / 55 / VI / 2022 / Propam dengan terlapor Aiptu J. Sinaga dan STPL / 57 / VI / 2022 / Bid Propam dengan terlapor Bripda Sandro Sidauruk, Oknum penyidik Satreskrim Polres Simalungun. *Df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *