Kristianinews.com –  Medan,  Advokat Juliana Pardosi SH  melaporkan 4 Polisi sekaligus, pertama Aipda NP Suami terlapor Sophia Leryn Natalia Napitupulu yang juga turut serta membantu meyakinkan pelapor untuk ikut meminjamkan dana untuk berbisnis dengan dalih ada Proyek dan di imingi bagi hasil, selanjutnya AKP RHL, Iptu BS dan Aiptu H Ketiganya adalah penyidik Subdit Renata Ditreskrimum Polda Sumut yang dinilai lamban dan tak profesional dalam menangani kasus tersebut.

Hal itu membuat klien Juliana kecewa, pasalnya sudah 6 bulan kasus penipuan yang dilakoni Sophia beserta suaminya Aipda NP hingga mengakibatkan pelapor kehilangan uangnya  mencapai 600 juta. Namun kasus ini terkesan jalan ditempat, ditahap sidik tanpa ada penetapan tersangka.

Diketahui, Mutiara Sari Pardosi telah melaporkan Kasus Penipuan Penggelapan pada tanggal 16 Febuari 2022 dengan No LP : STLLP / B / 307 / II / 2022 / SPKT POLDA SUMUT. Dalam kasus ini, Aipda NP telah dilapor ke Bid Propam Polda Sumut, dan Ketiga Penyidik Laporan tersebut juga dilapor Juliana Pardosi,SH didampingi Iwan Sarjono Siahaan,SH  yakni Kuasa Hukum Mutiara Sari Pardosi ke Bid Propam Polda Sumut.

Dalam Kasus itu, Juliana mengaku kecewa dengan kinerja Penyidik. Pasalnya 6 Bulan Laporan berjalan, dengan dua kali dilakukan pemanggilan dan terlapor tak kunjung memenuhi panggilan namun LP Mutiara masih Tahap Sidik belum ada tersangka hingga kini.

Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan bagi kuasa Hukum Mutiara, pasalnya menurut KUHAP jika ditahap sidik dilakukan dua kali pemanggilan dan tidak diindahkan, seharusnya penyidik sudah dapat menetapkan terlapor sebagai tersangka dan dilakukan upaya paksa.

Tak Hanya itu, menurut Juliana penyidik seharusnya tidak mesti repot dengan keberadaan terlapor, pasalnya status terlapor yakni istri seorang Polisi dapat memudahkan Polisi untuk melacak. Dan jangan mudah percaya dengan alibi NP yang mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan istrinya selama 6 bulan lebih, sementara mereka telah memilik tiga anak dari perkawinannya. Jika NP tidak mau bekerjasama berarti NP telah melakukan perbuatan melawan Hukum yakni Obstruction Of Justice

Kepada wartawan, Juliana juga berharap agar penyidik menetapkan Aipda NP yakni suami terlapor untuk menjadi tersangka. Pasalnya NP juga turut serta meyakinkan Mutiara untuk menyerahkan uang dengan dalih proyek. Namun setelah di cek, proyek itu fiktif.

Untuk itu, Lanjut Juliana, dirinya berharap laporan Mutiara Sari Pardosi dapat segara ditindak lanjuti sesuai jargon Kapolri yakni Polri PRESISI. jangan rasa solidaritas membungkam keadilan dikarenakan terlapor adalah Istri dari rekan seprofesinya. Selain itu, Juliana juga berharap tidak ada lagi korban dari bisinis Tipu tipu itu dengan profesi Polisi dijadikan Tameng untuk menjalankan Bisnis tipu – tipu.

Sementara, kepada Kapolda Sumut, Juliana meminta Jendral Bintang dua itu mencek laporannya di Bid Propam Polda Sumut.

“Tolong di cek laporan kami Pak Kapolda, semua sudah kami sampaikan ke Bid Propam Polda Sumut,” pinta Juliana mengakhiri pembicaraan.

Juliana menilai hal ini penting, jika para penyidik percaya

(Df/kn)

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *