Rumah tempat ibadah sedangkan pelaku tinggal dibelakang
PADANG-KRSTIANINEWS.COM panggil yang punya kontrakan, ‘Dek, tolong hentikan’, tapi kalau main hakim seperti ini…”.

Ucapan Juni kemudian dipotong oleh L yang mengatakan, “‘Suka-sukaku, rumahku'”.

“‘Saya kan nggak ganggu ibadahmu. Saya ganggu ibadahmu enggak? Saya cuma pecahkan kaca rumah saya lho’,” kata L.

“‘Nggak ada aku main hakim, itu rumahku, kacaku’,” sambung L dalam video tersebut.

Setelahnya, tampak pula seorang laki-laki lain, yang diduga adik dari L, membawa parang dan mengancam para jemaat.

Ketika diwawancara pada Kamis(31/08), Juni mengaku tidak tahu bahwa para pelaku adalah keluarga pemilik kontrakan itu.

Pada Juli lalu, dia mengontrak rumah itu dari seorang perempuan berinisial Y yang berdomisili di Pekanbaru, Riau.

Juni mengklaim sudah meminta izin kepada pemilik rumah perihal ibadah ini.

“Saya bilang sama Ibu Y, ‘Saya ini kan orang Kristen, bu. Saya ada dengan teman-teman organisasi, dan saya ini juga ada ibadah di rumah secara bergantian’,” kata Juni mengulang percakapan itu.

“Ibu Y bilang, ‘Boleh beribadah, kumpul di sini boleh’. Kami sepakati dengan catatan dan tanda tangan,” sambungnya.

Menurut Juni, mereka sudah menginfokan soal ibadah itu kepada RT setempat.

“Nggak mungkin saya lakukan ibadah kalau mereka nggak izinkan saya,” kata Juni, meski belakangan setelah insiden ini terjadi, Ketua RT justru menyebut kegiatan ibadah itu tak berizin.

Wartawan telah berupaya meminta tanggapan L dan kerabatnya pada Kamis (31/8). Namun yang bersangkutan menolak diwawancarai.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *