Medan – kristianinews.com, Bishop Dikson Panjaitan,STh,M.Div ketua umum sinode Gereja Laskar Kristus Indonesia, Berdoa untuk pelepasan kontingen Sumut dalam mengikuti Pesparawi Nasional XIII. Dijogjakarta yang didampingi tokoh lintas agama Sumatera Utara. seperti Ustadz Martono, Pinandita Manogren (Hindu), Umar Witaryo SH (Buddha), Pdt Jhon Alexander Lontoh STh, MMin (Kristen/PGI) dan Muss Liem (Konghuchu). Hadir juga tokoh masyarakat Sumut Dr Maruli Siahaan, Marnix Hutabarat (Bendahara PGI-W Sumut), A Moses Tambunan, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Ketua Umum LPPD Kota Medan Anton Panggabean SE MSi. Juga staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Dr Binsar Situmorang atas nama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut, Jumat (17/6) di Aula Martabe Raja Inal Siregar lt 2 kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Medan.Semula direncanakan gubernur akan melepas kontingen yang akan mengikuti Pesparawi tingkat nasional di Yogyakarta. Binsar Situmorang mengatakan, sebenarnya Gubernur Edy Rahmayadi yang melepas kontingen, tapi karena adanya pelantikan Kepala Basarnas Sumut, kemudian zoom meeting dengan Kapolri. “Gubernur sebenarnya akan datang ke sini untuk melepas kontingen Pesparawi Sumut tapi karena zoom bersama Kapolri belum selesai, maka gubernur memberi pesan kepada saya untuk mewakili beliau,” kata Binsar Situmorang.Gubernur kata Binsar menyambut baik keikutsertaan Provinsi Sumut dalam Pesparawi tingkat nasional XIII 19-26 Juni di Yogyakarta. Karena itu kebanggaan bagi Sumut bagaimana kelompok paduan suara mengharumkan nama baik Sumut.“Jaga nama Sumut, kita harus tunjukkan bahwa orang-orang Sumut memiliki talenta dalam seni suara. Melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), tugas yang diemban harus dilaksanakan seoptimal mungkin, sehingga keberadaan Lembaga ini benar-benar dirasakan secara positif terhadap pembangunan kesenian di Sumut,” kata Binsar.Dikatakan gubernur, Pesparawi merupakan pesta seni bagi umat Kristen dalam menuangkan bakat seni dan budayanya melalui seni suara dan seni musik, sehingga kegiatan itu sudah menjadi kewajiban bagi umat Kristen yang ada di Indonesia. Provinsi Sumut merupakan salah satu memiliki potensi penyanyi vokal (vokalis). Talenta ini sangat potensial untuk diperhitungkan di tingkat nasional.“Jagalah kekompakan dan sportifitas di dalam menjalani perlombaan, karena masyarakat Sumut cukup dinamis sehingga bisa menjaga perbedaan. Marilah kita raih persamaan, bukan perbedaan untuk keberhasilan kita bersama,” tuturnya.

Ketua kontingen Pesparawi Sumut Pdt Dr Eben Siagian mengatakan, jumlah peserta dan official Sumut sebanyak 285 orang.Dari 12 kategori yang diperlombakaan di Pesparawi nasional, Sumut mengikuti semua kategori tersebut. Ke-12 kategori itu adalah paduan suara dewasa campuran, paduan suara pria, paduan suara wanita, paduan suara remaja atau pemuda campuran, paduan suara anak, vokal grup, music pop gerejawi, solo remaja putera, solo remaja puteri, solo anak putera atau puteri usia 7-9 tahun, solo anak putera atau puteri usia 10-13 tahun dan musi etnik daerah/MGN (musik gereja nusantara).Kabupaten/Kota yang menjadi perwakilan tim Pesparawi Sumut kata Eben adalah, Kota Medan dengan menyertakan 6 kategori, Pematangsiantar 2 kategori, Kota Gunung Sitoli 1 kategori, Toba 1 kategori, Karo 1 kategori dan Deliserdang 1 kategori. Keikutsertaan kontingen tersebut berdasarkan hasil seleksi pada Pesparawi tingkat Sumut November tahun 2021 lalu di Pematangsiantar.Dikatakan Pdt Eben, membawa kontingen sebesar itu bukanlah pekerjaan mudah. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 2.025.325.000, Pemrov Sumut telah menyediakan anggaran pada APBD tahun 2022 sebesar Rp 500.000.000, sehingga panitia kekurangan dana sebesar Rp 1.525.325.000.Panitia merasakan ada dukungan dari Pemprov melalui audiensi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tanggal 11 Mei 2022, yakni menyediakan dana tambahan pada P-APBD Sumut tahun 2022.“Maka untuk sementara, panitia harus meminjam uang dari seseorang anak Tuhan yang bersedia untuk meminjamkan uangnya.Kepada anak Tuhan yang meminjamkan uang tersebut kami sangat berterima kasih. Peserta mulai latihan Januari 2022, panitia harus pergi ke Nias ke tempat-tempat mereka latihan dan meninjau kesiapan mereka. Tanggal 3 Juni lalu, panitia sudah menguji coba tim di gereja HKBP Sudirman.Kami mohon doa restu masyarakat Sumut untuk kontingen Sumut yang akan berlaga di Yogyakarta,” tegasnya.Turut hadir Ketua LPPD Sumut Dr Arnot Napitupulu MPd.K yang juga Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sumut. Pdt Eben Siagian mengatakan, panitia sudah mengajukan anggaran untuk Pesparawi jauh sebelumnya, tapi yang ditampung hanya Rp 500 juta.Jumlah tersebut hanya 25 persen dari yang dibutuhkan sehingga tidak memungkinkan memberangkatkan tim. “Padahal tim yang berangkat mengatasnamakan Sumut, bagaimana kalau tim Pesparawi Sumut tidan ikut tanding karena ketiadaan anggaran, siapa yang malu? Maka kami terus berkordinasi dengan Pemrov Sumut dan akhirnya dijanjikan ditampung kekurangannya di P-APBD.Untuk itulah kami berani meminjam uang dari seorang warga gereja untuk memenuhi kekuarangan dana tersebut,” terang Pdt Eben.df/kn

Loading

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *